Peningkatan Kompetensi Dosen Fakultas Psikologi Analisis Fenomenologi: “Dari Wawancara Hingga Interpretasi Makna Menggunakan IPA & DPA”




Karawang, 13 Agustus 2026 — Pemahaman terhadap pengalaman subjektif individu menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian kualitatif, khususnya dalam kajian psikologi. Untuk memperkuat kompetensi akademik dan metodologis dalam penelitian fenomenologi, Program Studi Psikologi [Nama Universitas] menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Analisis Fenomenologi: Dari Wawancara Hingga Interpretasi Makna Menggunakan IPA & DPA.”

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun praktisi yang ingin memahami proses analisis data fenomenologis secara lebih sistematis. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan data yang dimulai dari proses wawancara, transkripsi, identifikasi tema, hingga interpretasi makna dari pengalaman yang disampaikan oleh partisipan penelitian.

Dalam pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), pengalaman individu dipahami secara mendalam dengan memperhatikan bagaimana seseorang memberikan makna terhadap pengalaman hidupnya. Sementara itu, Descriptive Phenomenological Analysis (DPA) memberikan perhatian pada deskripsi pengalaman sebagaimana dialami oleh individu. Kedua pendekatan tersebut memiliki karakteristik dan fokus yang berbeda, sehingga pemahaman yang tepat diperlukan agar peneliti dapat menentukan pendekatan analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Melalui materi dan pembahasan yang diberikan, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep teoritis IPA dan DPA, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan praktis dalam melakukan analisis data wawancara. Proses pembelajaran diarahkan untuk membantu peserta memahami bagaimana data verbal dapat diolah menjadi tema-tema bermakna tanpa mengabaikan konteks pengalaman subjektif partisipan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetensi penelitian mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam menghasilkan penelitian psikologi yang memiliki dasar metodologis yang kuat. Pemahaman mengenai analisis fenomenologis diharapkan dapat mendukung peneliti dalam menggali pengalaman manusia secara lebih mendalam, reflektif, dan kontekstual.

Dengan mengangkat tema “Dari Wawancara Hingga Interpretasi Makna”, kegiatan ini menegaskan bahwa penelitian fenomenologi bukan sekadar proses mengumpulkan cerita dari partisipan, tetapi merupakan proses ilmiah untuk memahami pengalaman dan makna yang terkandung di dalamnya secara mendalam.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Psikologi [Nama Universitas] berharap peserta dapat memperoleh wawasan dan keterampilan yang aplikatif dalam melaksanakan penelitian kualitatif, khususnya penelitian fenomenologi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian-penelitian psikologi yang lebih mendalam, kontekstual, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pemahaman terhadap berbagai pengalaman manusia.

Editor: Ricky Rahmat






 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama